Articles by "LPMK"

Lurah Wates Agus Wasana : serahkan trophy penghargaan pada malam tirakatan

WATES  (17/08/2017) – Setelah melaksanakan tugasnya selama 4 (empat) hari, Tim Lomba Kebersihan Lingkungan Kelurahan Wates akhirnya Wilayah Wonosidi Kidul ditetapkan sebagai juara I dengan nilai 554, setelah menyisihkan 13 wilayah lainnya yang berada di Kelurahan Wates.

Hal demikian disampaikan Ketua Tim Lomba Subandi yang juga sebagai Ketua LPMK Kelurahan Wates, sesaat setelah memimpin jalannya rapat anggota tim bertempat di Balai Kelurahan Wates, Rabu sore (16/08).

Dalam rapat anggota tim penilai materi yang dibahas adalah pengumpulan dan penjumlahan nilai sesuai kriteria yang telah ditetapkan yaitu pengelolaan sampah, penghijauan, kebersihan lingkungan, sanitasi & drainase, sarana dan prasarana, swadaya dan partisipasi masyarakat.

Ditambahkan, untuk kedepan semua aspek yang dinilai hendaknya dapat ditingkatkan, terutama kesadaran kepedulian masyarakat. Hal ini untuk mendapat perhatian karena kenyataan di lapangan masih banyak ditemui tidak berfungsinya drainase, lokasi lahan kosong yang kotor karena penghuninya ada di wilayah lain, adanya pemasangan bendera merah putih yang masih tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku, belum optimalnya pemanfaatan lahan kosong dan yang tak kalah pentingnya adalah swadaya masyarakat.

Wilayah yang berhasil menempati juara II dengan nilai 539 adalah wilayah Wetan Pasar, juara III nilai 526 Mutihan, Harapan I nilai 519 Kedungdowo, Harapan II nilai 512 Terbah dan Harapan III nilai 507 Driyan.

Sementara pada malam harinya diserahkan trophy kejuaraan dan piagam penghargaan oleh Lurah Wates Agus Wasana, S.IP., MM. kepada masing-masing wilayah di wilayah masing-masing sambil memantau jalannya malam tirakatan dalam rangka Peringatan HUT Ke-72 Kemerdekaan RI.

Dalam sambutannya Agus Wasana mengatakan, bahwa hadiah kejuaraan ini bertujuan untuk memberikan motivasi dan penghargaan kepada masyarakat di wilayah masing-masing atas partisipasinya yang telah bekerja secara gotong royong membangun wilayahnya agar lebih bersih, indah dan sehat.

Diharapkan, bagi masyarakat yang tempat tinggalnya dipinggir kali/sungai maka jadikanlah sungai itu sebagai halaman depan tempat tinggal. Artinya masyarakat akan selalu membersihkan halamannya dan jangan membuang sampah di sungai serta jangan membakar sampah(br)

HUMAS G4

Lurah Wates Agus Wasana : serahkan trophy penghargaan pada malam tirakatan

WATES  (17/08/2017) – Setelah melaksanakan tugasnya selama 4 (empat) hari, Tim Lomba Kebersihan Lingkungan Kelurahan Wates akhirnya Wilayah Wonosidi Kidul ditetapkan sebagai juara I dengan nilai 554, setelah menyisihkan 13 wilayah lainnya yang berada di Kelurahan Wates.

Hal demikian disampaikan Ketua Tim Lomba Subandi yang juga sebagai Ketua LPMK Kelurahan Wates, sesaat setelah memimpin jalannya rapat anggota tim bertempat di Balai Kelurahan Wates, Rabu sore (16/08).

Dalam rapat anggota tim penilai materi yang dibahas adalah pengumpulan dan penjumlahan nilai sesuai kriteria yang telah ditetapkan yaitu pengelolaan sampah, penghijauan, kebersihan lingkungan, sanitasi & drainase, sarana dan prasarana, swadaya dan partisipasi masyarakat.

Punukan merupakan wilayah pertama yang dikunjungi Tim Lomba Kebersihan Lingkungan

WATES (14/08/2017) – Tim Lomba Kebersihan Lingkungan Kelurahan Wates yang dibentuk melalui Keputusan Lurah Wates Kecamatan Wates Kabupaten Kulon Progo Nomor 10 Tahun 2017, telah melaksanakan tugasnya yang diawali sejak Minggu pagi kemarin (13/08), dan pada hari ini Senin (14/08) telah memasuki hari kedua dalam melaksanakan tugasnya.

Lurah Wates Agus Wasana, S.IP., MM dalam arahannya kepada Tim Lomba mengatakan bahwa kegiatan ini semata-mata bukan untuk mencari wilayah mana yang rajin bersih-bersih kemudian menjadi pemenang. Namun lebih dari itu, yaitu bagaimana masyarakat diwilayah ini, sudah terbiasa dengan pola hidup bersih dan sehat. Hal ini hendaknya bias dijadikan Budaya Hidup Bersih dan Sehat.

WATES, (13/08/2017) – Program bedah rumah yang digagas oleh Bupati Kulon Progo dr.H. Hasto Wardoyo, Sp.OG (k) telah berjalan dengan baik sejak beberapa tahun yang lalu dan mendapat respon positif dari warga Kulon Progo. Program ini sangat membantu masyarakat miskin agar dapat hidup layak sebagaimana masyarakat lainnya yang lebih berhasil, sekaligus dapat menumbuhkan rasa kepedulian, kebersamaan dan gotong royong antar warga masyarakat.

Hal demikian disampaikan Wakil Bupati Kulon Progo Drs.H. Sutedjo mewakil Bupati Kulon Progo mengawali sambutannya pada saat melaksanakan Bedah Rumah milik Ibu Suparjiyem warga Kedungdowo, Kelurahan Wates, Kecamatan Wates, pagi tadi Minggu (13/08).

WATES (10/08/2017) – Lurah Wates Wates Kabupaten Kulon Progo Agus Wasana, SIP.,MM, membuka secara resmi rapat koordinasi dan Dekalarasi Bebas Minuman Beralkohol, bertempat di Balai Kelurahan, Selasa malam (09/08) yang dihadiri Kepala Sat Pol PP, Camat Wates, Kapolsek Wates (perwakilan), Babinsa, Babinkamtibmas, Pengurus LPMK, PKK, Karang Taruna, Pengurus Paguyuban RT/RW, Ketua-ketua RW dan Tokoh Masyarakat.

WATES (25/07/2017) –  Kesadaran hukum masyarakat merupakan nilai yang hidup dalam masyarakat, dalam bentuk pemahaman dan ketaatan atau kepatuhan masyarakat terhadap norma hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kesadaran semacam ini harus ditingkatkan agar masyarakat dapat memahami serta mematuhi terhadap peraturan perundangan yang berlaku.

Hal demikian disampaikan Agus Wasana, S.IP.,MM Lurah Wates Kulon Progo saat mengawali sambutannya pada Acara Pembinaan Kelompok Pemasyarakatan Hukum (Pokmaskum) Kabupaten Kulon Progo tahun 2017, hari ini Selasa (25/07) bertempat di Balai Kelurahan Wates.

WATES (17/10/2016) – Pemahaman dan kesadaran terhadap hukum serta peraturan perundangan lainnya harus benar-benar dita’ati oleh seluruh lapisan masyarakat khususnya di Wilayah Kelurahan Wates.

Hal demikian disampaikan Lurah Wates Agus Wasana, S.IP., MM saat membuka acara Pembinaan Kelompok Pemasyarakatan Hukum (Pokmaskum) Th 2016 yang diselenggarakan oleh Bagian Hukum Setda Kabupaten Kulon Progo, di Balai Kelurahan Wates, Senin (17/10) dan dihadiri Pengurus LPMK, PKK, Tokoh Masyarakat, Kelompok Sadar Hukum dan tamu undangan lainnya.

WATES (12/10/2016) - Jam Belajar Masyarakat (JBM) adalah suatu upaya untuk menumbuh kembangkan budaya belajar dengan menciptakan suatu kondisi lingkungan yang ideal yang dapat berlangsung dalam suasana aman, nyaman, tertib dan menyenangkan.
 
Hal demikian disampaikan Kepala Seksi Dikmas Kursus dan Pelatihan Dinas Pendidikan Kab. Kulon Progo, Taryono, S.S. M. Eng dalam paparannya pada acara Sosialisasi Jam Belajar Masyarakat, siang tadi (12/10) bertempat di Aula Dinas Pendidikan Unit II.

WATES (30/08/2016) – Tujuan dari Desa Binaan Keluarga Sakinah (DBKS) adalah untuk mewujudkan kehidupan beragama dalam keluarga dengan menciptakan suasana keagamaan yang bebas dari 3 buta, baca tulis Alquran, ibadah dan ahlak mulia. Selain itu DBKS juga untuk meningkatkan kualitas pendidikan keluarga, kesehatan dan kestabilan ekonomi keluarga serta membangun hubungan fungsional yang seimbang dengan lingkungan, sebagaimana Instruksi Gubernur DIY Nomor 10 Tahun 1993.

WATES (15/08/2016) – Kelurahan Wates adakan lomba kebersihan lingkungan antar rukun warga dalam rangka menyambut program Adipura dan Hari Ulang Tahun Ke 71 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2016.

Hal demikian disampaikan Lurah Wates Bp. Agus Wasana, S.IP.,MM saat memberikan pengarahan kepada Tim Penilai Lomba Kebersihan Lingkungan sebelum melaksanakan tugasnya. Rabu malam (10/08) bertempat di Balai Pertemuan Kelurahan Wates. Tim dibentuk berdasarkan Keputusan Lurah Wates No.15.1/2016 tentang Pembentukan Tim Lomba Kebersihan Lingkungan, Kelurahan Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Kulon Progo, tgl. 27 Juli 2016.

Dijelaskan, salah satu fungsi lomba ini adalah sebagai sarana/wadah untuk menumbuhkan budaya hidup bersih, sehat dan indah serta untuk mendukung program Adipura. Unsur yang dinilai meliputi pengelolaan sampah, penghijauan,  sanitasi/drainase, kebersihan lingkungan/kerapian dan partisipasi masyarakat. Sedangkan tim penilai terdiri dari beberapa unsur diantaranya LPMK, Ijo Resik, Tokoh Masyarakat, PKK dan Kelurahan Sehat.

Ditambahkan, tim ini beranggotakan empat belas orang yang terbagi dua tim yaitu tim A dan tim B, masing-masing tujuh orang. Sedangkan wilayah yang dinilai terdiri dari empat belas wilayah juga dibagi dua. Untuk tim A menilai wilayah Punukan, Beji, Terbah, Jogoyudan, Dipan, Kedunggong dan Sebokarang. Sedangkan tim B menilai wilayah Kriyanan, Durungan, Kedungdowo, Wonosidi Kidul, Driyan, Gadingan dan Wetan pasar.
Tim yang telah melaksanakan tugasnya mulai hari Minggu (14/08) pada hari ini Senin (15/08) telah menyelesaikan tugasnya dan besuk pagi menurut rencana akan dilaksanakan pertemuan dengan Lurah Wates dan pejabat terkait untuk menentukan peringkat atau pemenang lomba.

Terpisah, tim B yang melaksanakan tugas diwilayah perkotaan masih menjumpai tata cara pengelolaan sampah yang tidak semestinya, tidak dimanfaatkannya lahan sempit, drainase yang tidak bersih, pekarangan masih banyak tumbuhan liar serta khusus untuk menyambut HUT RI masih adanya warga yang belum memasang bendera merah putih.

Untuk waktu yang akan datang diharapkan agar peran tokoh masyarakat, pengurus RT/RW dan organisasi masyarakat lainnya secara terus menerus mengingatkan dan mengajak masyarakat  untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan dan berupaya berinovasi, berkreasi dalam mengolah lahan sehingga akan diperoleh kehidupan yang nyaman, aman dan sehat. (br).


HUMAS G4 

WATES (12/08/2016) – Persoalan sampah tidak akan menjadi masalah apabila ditangani dengan baik dan benar. Seperti yang dilakukan oleh kelompok ibu-ibu di wilayah Sebokarang RT 03 RW 16 Wates Kulon Progo, melakukan pengolahan sampah dengan mendirikan bank sampah sejak tahun 2014 silam dan diberi nama  Bank Sampah Flamboyan.

Hal demikian diungkapkan Lurah Wates Bp. Agus Wasana, S.IP.,MM saat memberikan sambutan selamat datang pada Tim Evaluasi Pengolahan Sampah dibawah bimbingan Badan Lingkungan Hidup DIY, Kamis siang (11/08) bertempat di rumah Bp, Mulyono sekaligus Sekretariat Bank Sampah Flamboyan.

Dikatakan, dirinya mewakili kelompok ibu-ibu yang tergabung dalam kegiatan di Bank Sampah Flamboyan serta seluruh warga Sebokarang, mengucapkan terimakasih kepada tim evaluasi Bank Sampah DIY yang teridiri dari BLH DIY dan PKK DIY telah berkenan hadir untuk bersilaturahim sekaligus mengevaluasi kegiatan dan diharapkan dapat memberikan motivasi kepada kelompok ini agar kedepan dapat lebih berkembang dan dapat dijadikan budaya bagi masyarakat diwilayah di Kelurahan Wates.

Ditambahkan, bahwa di Kelurahan Wates setiap tahun diadakan lomba kebersihan lingkungan saat memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia dan salah satu penilaian yang tertinggi adalah pengolahan sampah, sehingga kedatangan tim evaluasi merupakan moment yang pas bagi kami, katanya.

Sementara, Ibu Marni dari BLH DIY yang mewakili tim dalam sambutannya menyampaikan, bahwa kedatangannya ke Bank Sampah Flamboyan untuk bersilaturahim dan melihat kegiatan senyatanya, selain itu pihaknya merasa berkewajiban untuk memberikan pembinaan kepada kelompok-kelompok dibawah koordinasinya, dengan harapan semoga kedepan bisa semakin meningkat dan bisa memberikan nilai ekonomi baik bagi kelompok maupun anggotanya.

Usai memberikan sambutan singkatnya, tim evaluasi melakukan peninjauan lapangan dan dialog bersama pengurus mengenai kegiatan administrasi maupun hasil kegiatan yang dilaksanakan.

Sebelum meninjau kelapangan, Sekretaris Bank Sampah Flamboyan Ibu Tri Marsiyati melaporkan bahwa bank sampah ini didirikan pada tahun 2014 dan jumlah nasabah hingga saat ini 60 orang, kegiatan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya sampah apabila dikelola dengan baik dan benar sesuai jenisnya. Dijelaskan, bank sampah ini dibawah bimbingan Bp. H. Dalisan sekaligus sebagai penanggung jawab, jelasnya.  

Hadir pada acara tersebut antara lain, pengurus LPMK Kelurahan Wates, Ketua RW 16 dan tamu undangan. (br)


HUMAS G4 

WATES (26/07/2016) – Penanganan gelandangan dan pengemis di Daerah Istimewa Yogyakarta khususnya di wilayah Kulon Progo bukan saja menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, akan tetapi juga menjadi tanggung jawab masyarakat.

Hal demikian disampaikan Camat Wates Ir. Aspiyah, M.Si. saat membuka acara Sosialisasi Pengembangan Budaya Sadar Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah bertempat di Balai Desa Giripeni Wates, Kulon Progo, Senin (25/07).

Acara yang diselenggarakan oleh Kantor Satpol PP DIY bekerjasama dengan Pemkab Kulon Progo ini menghadirkan pembicara Suhartini,S.Sos Kabid Penegakan Satpol PP DIY dan Ir. Aspiyah, M.Si. serta dihadiri sekitar 75 orang terdiri dari tokoh masyarakat, pegawai kelurahan dan perangkat desa  dari tiga wilayah yaitu kelurahan wates, desa giripeni, dan desa bendungan.

Dijelaskan Ir. Aspiyah, M.Si, semua yang menyangkut ketertiban umum akan ditindaklanjuti dengan penegakan peraturan daerah atau peraturan kepala daerah. Misalnya masalah gepeng, miras, tempat hiburan dan lainnya, hal ini dimaksudkan untuk memberi rasa aman, nyaman bagi masyarakat.  

Partisipasi masyarakat sangat diharapkan terutama bila menjumpai hal-hal yang mengganggu suasana kehidupan masyarakat, agar segera melapor pada pihak berwajib atau instansi yang berwenang untuk diambil langkah penyelesaiannya dan jangan main hakim sendiri, karena negara kita  adalah negara hukum.

Sementara Suhartini,S.Sos Kabid Penegakan Satpol PP DIY memaparkan mengenai Perda DIY No. 1 Th 2014 tentang Penanganan Gelandangan dan Pengemis.

Dijelaskan, yang dimaksud gelandangan adalah orang yang hidup dalam keadaan tidak sesuai dengan norma kehidupan yang layak dalam masyarakat serta tidak mempunyai tempat tinggal dan pekerjaan yang tetap di wilayah tertentu dan hidup mengembara di tempat umum.
Sedangkan pengemis adalah orang-orang yang mendapatkan penghasilan dengan cara meminta-minta di muka umum dengan berbagai cara dan alasan dengan mengharapkan belas kasihan dari orang lain.

Oleh karena itu keberadaan gepeng harus dihilangkan, ditertibkan menggunakan peraturan yang berlaku dan yang terpenting memberikan solusi terbaik agar mereka dapat hidup layak dapat bekerja sebagaimana masyarakat umum lainnya.

Yang terjadi saat ini bukan saja masalah Gepeng akan tetapi maraknya Anak Jalanan yang menghiasi sudut-sudut kota, hal ini terjadi karena beberapa faktor yaitu faktor internal diantaranya kemiskinan, rendahnya pendidikan, ketrampilan, masalah keluarga dan sikap mental. Sedangkan faktor eksternal diantaranya kondisi hidrologis, terbatasnya lapangan pekerjaan, akses informasi dan modal usaha, kondisi permisif masyarakat dan kelemahan penanganan gepeng dan anjal.

Anak yang merupakan asset bangsa masa depan juga berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, berkembang dan berhak atas perlindungan dari tindak kekerasan dan diskriminasi.

Diharapkan, dalam penegakan perda ini, instansi Sat Pol PP dan instansi teknis lainnya bersama masyarakat dapat mengatasi masalah ini.dengan cara memberikan solusi, mencegah dan menindak sesuai peraturan yang berlaku, sehingga kita dapat hidup berdampingan dengan nyaman, aman dan tidak ada masalah yang tidak kita inginkan bersama.

Ditambahkan, untuk miras beralkohol juga ada peraturan yang melandasi, baik kandungan alkohol dan tempat yang diperbolehkan atau tidak diperbolehkan untuk mengkonsumsi minuman beralkohol tersebut sehingga tidak mengganggu ketertiban umum.

Hal ini dimaksudkan agar masyarakat dapat memahami tentang bahaya yang ditimbulkan dan diharapkan masyarakat dapat menghindari kebiasaan yang tidak baik itu dan mari kita budayakan sadar perda untuk kebaikan kita bersama, ajak Suhartini,S.Sos mengakhiri paparannya.

Pada sesi kedua Ir. Aspiyah, M.Si. memaparkan Perda Kulon Progo No 5 Th 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Kulon Progo merupakan salah satu Kabupaten yang mempunyai Peraturan Kawasan Tanpa Asap Rokok (KTR).

Dikatakan, maksud pelaksanaan kegiatan sosialisasi ini adalah sebagai bentuk pelaksanaan Perda KTR di daerah, dengan melihat kebutuhan, permasalahan yang terjadi di wilayah Kulon Progo khususnya dengan harapan agar kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat terutama terkait dengan masalah kesehatan.

Tujuan, terlaksanakannya kegiatan sosialisai ini sebagai bentuk implementasi Perda KTR dan apabila ada permasalahan dalam pelaksanaannya, tentu akan dicarikan jalan pemecahannya.

Adapun alasan dilaksanakannya sosialisasi ini, karena pada kenyataannya ditemukan masih banyak pelanggaran yang terjadi, baik yang dilakukan oleh karyawan/pegawai, pasien/pengunjung, dan para pedagang di sekitar tatanan KTR seperti: merokok di dalam ruang, di tangga, di dapur, di kantin, tempat parkir, di ruang tunggu/lobby, sekalipun sudah ada tanda dilarang merokok. Pelanggaran ini terus terjadi tanpa adanya rasa bersalah bahwa telah menyalahi peraturan yang diberlakukan. Hal ini bisa juga diakibatkan masih kurangnya komitmen, informasi, sosialisasi dan koordinasi berbagai SKPD di daerah mengenai Kawasan Tanpa Rokok di tatanan KTR.

Ir. Aspiyah, M.Si mengajak dan berharap kepada tokoh masyarakat yang hadir pada acara ini untuk turut membantu pemerintah daerah dalam mensosialisaikan Perda No 5 Th 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok diwilahnya masing-masing serta memberikan pemahaman akan akibat yang ditimbulkan. (br).



HUMAS G4

WATES (09/04/2016) – Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Tahun 2016 di wilayah Gadingan dan Durungan yang diprakarsai Indomarco DIY, SC Johnson, Baygon dan Autan bekerjasama dengan Pemerintah Kelurahan Wates dan Puskesmas Wates telah selesai dilaksanakan pada (26/03) lalu dengan hasil yang masih perlu mendapatkan perhatian dan tindak lanjut, karena kedua wilayah tersebut masih banyak ditemukan jentik-jentik nyamuk.

Hal demikian dikatakan Lurah Wates Bp. Agus Wasana, S.IP,.MM mengawali sambutannya pada acara rapat evaluasi pelaksanaan PSN, Jum’at malam (08/04) bertempat di Joglo RT 07 RW 08 Gadingan, yang dihadiri oleh Sekretaris Kelurahan, Kasi Kesra, Sekretaris LPMK, Ketua RW dan RT wilayah Gadingan dan Durungan.

Dijelaskan, dari hasil sampel pelaksanaan PSN ternyata masih banyak ditemukan jentik-jentik nyamuk di kedua wilayah ini. Dan apabila tidak ada tindak lanjut atas temuan ini dihawatirkan akan membawa dampak yang tidak kita inginkan bersama yaitu penyakit demam berdarah (DB).

Untuk itu kami sebagai Lurah Wates minta perhatian kepada masyarakat kedua wilayah ini, melalui ketua RW, RT, PKK dan Tokoh Masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing, lakukan kerja bakti kebersihan, buat gerakan PSN setidaknya seminggu sekali. Gerakan  PSN dapat juga dilakukan melalui forum pertemuan RW, RT, PKK, Dasawisma dan forum lainnya, sehingga kegiatan ini dapat menjadi budaya bersih bagi masyarakat.

Cara sederhana dan efektif pelaksanaan PSN selain kerja bakti kebersihan lingkungan, juga dapat dilaksanakan melalui 3M ( Menguras dan menyikat dinding tempat penampungan air, mis. bak mandi/wc. Menutup rapat penampungan air, mis. gentong, tempayan. Mengubur barang bekas yang dapat menampung air, mis. botol plastic, kaleng bekas dll).

Sebelum mengakhiri sambutannya Bp. Agus Wasana mengajak kepada seluruh masyarakat Wates pada umumnya dan khususnya Gadingan dan Durungan mari pola hidup bersih dan sehat ini kita jadikan budaya dan kebutuhan bagi kita semua untuk melindungi keluarga. (br).



HUMAS G4     

WATES (31-03-2016) – Program pembangunan di wilayah Kelurahan Wates mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah Daerah, hal ini dimaksudkan untuk berbenah diri dalam rangka menyambut pembangunan mega proyek di Kulon Progo. Sebagai wilayah yang terletak ditengah kota,  Kelurahan Wates terus berpacu dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan dalam menyikapi program-program pembangunan yang diusulkan oleh masyarakat baik fisik maupun non fisik yang pada akhirnya untuk mensejahterakan masyarakat diwilayah ini.


Hal demikian disampaikan Sekretaris Lurah Wates Bp. Risdiyanto, S.IP mewakili Lurah Wates membuka Rapat Koordinasi LPMK Kelurahan Wates, siang tadi Kamis (31/03) di Balai Kelurahan Wates.

Sebelum melanjutkan sambutannya Bp. Risdiyanto, S.IP terlebih dulu mengenalkan diri bahwa dirinya sejak februari lalu diberi amanah untuk mengemban jabatan sebagai Seklur   Wates beserta rekan-rekan lainnya diantaranya Setyobakti Wisnugroho, SE sebagai Kasi Pemerintahan, Suparno,ST sebagai Kasi Ekobang.

Ditegaskan, di wilayah Kelurahan Wates pada Th 2017 akan menerima kucuran dana pembangunan sebesar 380 jt rupiah untuk tiga alokasi yaitu 160 jt untuk program pemberdayaan masyarakat masing-masing 20 jt utk 8 wilayah (Jogoyudan, Punukan, Beji, Terbah, Mutihan, Kriyanan, Wetan Pasar dan Gadingan). Sedangkan untuk program pembangunan drainase dan jalan wilayah RW memperoleh 120 jt rupiah untuk 4 wilayah (Driyan, Wonosidi Lor, Kriyanan dan Dipan), diharapkan bagi wilayah yang akan menerima bantuan dana segera membuat proposal program paling lambat (20/04) sudah harus diserahkan ke Kelurahan.

Sedangkan Pemerintah Kelurahan juga mendapatkan Reward atas prestasi kerjanya dan hal tersebut mendapatkan apresiasi berupa dana sebesar 100jt rupiah dan dana tersebut dipergunakan untuk penanggulangan kemiskinan.

Ditambahkan, bahwa pada (03/05) mendatang merupakan hari BBGRM, untuk wilayah Wates pencanangan akan dilaksanakan di Balai RW Wonosidi Lor oleh Bupati Kulon Progo, sekaligus peresmian Balai RW, tegas Bp. Risdiyanto, SIP.

Sementara, berbagai informasi, saran dan usulan dari pengurus LPMK yang mewakili wilayah RW masing-masing diantaranya adalah program pembangunan dan pemeliharaan jalan lingkar tahun 2016, bantuan dana hibah, proyek padat karya.

Sedangkan kegiatan yang diusulkan diantaranya pengadaan tanah untuk makam, cek asset berupa tanah milik Kelurahan di Gadingan dan Wetan Pasar, pembentukan lembaga baru di kelurahan yang khusus menngani ketertiban umum.

Dan yang perlu mendapatkan perhatian pemerintah kelurahan yaituadanya penyakit masyarakat (Pekat) seperti miras, judi togel, penertiban rumah kos serta sosialisasi nomenklatur pergantian RW/RT.


Pada bagian lain, Seksi Pemberdayaan Masyarakat  Sumarmi dalam rilisnya menyampaikan bahwa dari seluruh program bantuan yang akan diterimakan pada wilayah RW agar segera membuat proposal rangkap empat disertai RAB dan lokasi yang akan dijadikan tempat pembangunan dengan surat pernyataan kerelaan pemilik tanah serta membuat susunan pengurus pembangunan dana hibah yang diketahui oleh ketua RW. (br)



HUMAS G4

WATES (21/03/2016) – Kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di wilayah Gadingan dan Durungan, Kelurahan Wates ini hasil kerjasama antara Pemerinttah Kelurahan Wates, Pusekesmas Wates dengan swasta dalam hal ini Indomarco Prismatama DIY yang juga menggandeng sponsor dari SC Johnson, Baygon dan Autan. Dengan adanya acara ini masyarakat dapat mengetahui langsung dan bergerak melalui kegiatan PSN.

Hal demikian disampaikan Lurah Wates Bp. Agus Wasana, S.IP, MM mengawali sambutannya usai mendampingi ibu-ibu kader jumantik dalam pengambilan sampel jentik nyamuk di wilayah Gadingan dan Durungan Minggu siang (20/03) bertempat di Joglo Gadingan.

Dihadapan sekitar 70 tamu undangan yang terdiri dari tokoh masyarakat, ketua RW/RT, pengurus LPMK Wates, Ibu-ibu kader jumantik kedua wilayah, sponsorship serta undangan lainnya Lurah Wates mengatakan bahwa kegiatan PSN ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, untuk itu masyarakat dihimbau untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan diawali dari rumah masing-masing dan dilanjutkan ke lingkungan sekitarnya.

Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) kali ini mengangkat tema Lawan Demam Berdarah artinya mari kita jangan menyerah dengan penyakit yang disebabkan oleh nyamuk, namun kita harus berupaya secara bersama-sama meningkatkan kebersihan dan budayakan hidup bersih dan sehat.  

Ditambahkan, kegiatan yang dilaksanakan ini juga dapat dijadikan persiapan Pemerintah Kelurahan Wates dalam menyongsong penilaian lomba Adipura 2016. Ucapan terimakasih juga disampaikan Lurah Wates kepada  Menegemen Indomarco Prismatama DIY, SC Johnson, Baygon dan Autan melalui perwakilannya yang hadir pada siang ini atas segala partisipasinya, dengan harapan kerjasama ini ada kelanjutannya pada waktu yang akan datang dengan kegiatan yang berbeda, demikian Lurah Wates mengakhiri sambutannya.

Sementara, Bp. Suparjono dari Puskesmas Wates menuturkan bahwa bahwa di Kelurahan Wates ini angka pedulinya masih sangat rendah terbukti dari beberapa rumah yang diambil sampel jentik nyamuknya di wilayah Gadingan dan Durungan kalau diakumulasi yang negative tidak lebih dari 20%, artinya jentik yang ada itu akan menetas menjadi nyamuk dalam kurun waktu antara 5-7 hari, hal ini merupakan rentan waktu yang harus mendapat perhatian dengan harapan gerakan PSN secara terus menerus harus dilaksanakan.  

Dijelaskan, pencegahan penyakit DBD sangat tergantung pada pengendalian vektornya, yaitu nyamuk aides aegypti. Pengendalian nyamuk tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa metode antara lain dengan PSN yang pada dasarnya merupakan pemberantasan jentik atau mencegah agar nyamuk tidak berkembang tidak dapat berkembang biak. PSN ini dapat dilakukan  dengan cara : 1. Menguras bak mandi dan tempat-tempat penampungan air sekurang-kurangnya tiga hari sekali. 2. Menutup rapat tempat penampungan air. 3 Mengganti air pada pot bunga dan tempat minum burung setidaknya seminggu sekali. 4. Membersihkan pekarangan dan halaman rumah dari barang-barang bekas terutama yang berpotensi menjadi tempat berkembangnya jentik-jentik nyamuk, seperti sampah kaleng, botol pecah, dan ember plastik. 5. Membersihkan air yang tergenang.

Edy Sulaiman dari Indomarco Prismatama DIY saat diwawancarai oleh reporter gadingan.com menjelaskan bahwa dengan adanya PSN diharapkan kita dapat memulai hidup sehat melalui kegiatan seperti ini. Hal ini merupakan bentuk social dari perusahaan, yang dapat memotivasi warga dan pemerintah kelurahan dengan maksud agar warga semakin giat dan antusias dalam PSN.

Ditanya mengenai kegiatan lain perusahaan, Edy menjelaskan bahwa kegiatan lain yang dilakukan perusahaan adalah donor darah, pemberian bantuan pada difabel dan kegiatan social lainnya. Diharapkan kedepan meskipun tidak ada bantuan dari sponsor warga semakin meningkat kesadarannya akan arti hidup sehat dan senantiasa menjaga kebersihan.

Sedangkan Nurlita Atmaja yang mewakili SC Johnson, Baygon dan Autan menyampaikan bahwa penyakit demam ini tidak hanya terjadi di Indonesia bahkan luar negeripun juga mengalapi hal serupa, namun sebagai upaya pencegahan, masyarakat selain menjaga kebersihan juga dapat menggunakan produk-produk dari SC Johnson, Baygon dan Autan sebagai upaya agar tidak digigit nyamuk yang sangat berbahaya tersebut.

Ketua Pokja PKK Gadingan Ibu Suryadi dan Durungan Ibu Purwati saat menjawab pertanyaan reporter gadingan.com mengenai kegiatan ini menjelaskan bahwa diwilayahnya masih banyak jentik nyamuk yang menghiasi bak mandi artinya positif ada jentiknya sehingga ia merasa perlu untuk mengadakan gerakan PSN kepada warganya, selain itu ia berharap kegiatan ini tetap mendapatkan dari kelurahan sekaligus memberikan himbauan dan arahan akan pentingnya kebersihan untuk kesehatan kita bersama.

Mengakhiri acara ini dilaksanakan penyerahan secara simbolik dari Sponsorship Kegiatan CSR Pemberantasan Sarang Nyamuk di wilayan Gadingan dan Durungan kepada Lurah Wates dilanjutkan foto bersama. (br)



HUMAS G4

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh simonox. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget