Articles by "Kesehatan"


GADINGAN (07/04/2018) – Banyak warga yang tidak mengetahui tentang kualitas air yang dikonsumsi baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun untuk kebutuhan lainnya. Air yang masuk ke tubuh kita akan mempengaruhi kualitas kesehatan, kualitas pikir dan kualitas daya tahan tubuh kita. Hal ini disampaikan oleh 

Pantiyo Sumantri, Kepala UPTD Laboratorium Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo pada Acara Sosialisasi Pemasaran Sosial Pelayanan UPT Laboratorium Kesehatan, hari Kamis yang lalu (05/04) bertempat di Balai Kelurahan Wates.

Dihadapan para undangan yang terdiri dari ketua RW, Pengurus LPMK, PKK, Tokoh Masyarakat, Babinkamtibmas, Pantiyo mengatakan bahwa lembaganya dibawah naungan Dinas Kesehatan senantiasa memberikan layanan uji mutu air di laboratorium kesehatan agar air yang dikonsumsi masyarakat benar-benar sudah memenuhi standar kesehatan.

Dijelaskan, keberadaan laboratorium ini dalam melaksanakan tugasnya akan memberikan layanan informasi kepada masyarakat mengenai kegiatannya secara umum. Pada prinsipnya lembaga atau masyarakat yang minta diuji airnya hasilnya akan diberikan kepada yang meminta termasuk bagaimana solusinya.
Kepada masyarakat yang ingin menguji airnya dapat menghubungi Kantor UPTD Laboratorium Kesehatan 
Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo dan petugas akan mengambil sampel air yang akan diujinya.

Sementara Lurah Wates Agus Wasana dalam sambutannya mengatakan bahwa banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang kualitas air yang dikonsumsinya, hal ini kalau dibiarkan tentu akan mempengaruhi kusehatan masyarakat itu sendiri, untuk itu diharapkan dengan adanya sosialisasi ini kedepan masyarakat bisa menentukan sendiri, mana air yang layak dikonsumsi atau tidak dan kepada para tamu undangan diharapkan dapat membantu menginformasikan keberadaan laboratorium kesehatan ini untuk bisa dimanfaatkan sesuai fungsinya, harap Agus, mengakhiri sambutannya. (br)


HUMAS 04

GADINGAN (27/01/2015) – Setelah kemarau panjang pada tahun 2015 lalu, kini tibalah musim penghujan. Di beberapa daerah di Indonesia termasuk di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya di Kabupaten Kulon Progo juga terkena dampak akibat turunnya hujan lebat disertai angin, seperti terjadinya tanah longsor, pohon tumbang, gagal panen, hanyutnya ikan milik petani ikan dan warga masyarakat terkena penyakit.

Hujan yang mengguyur kota Wates Kabupaten Kulon Progo sampai minggu ke empat Januari 2016 tidak terjadi setiap hari, hal ini dimungkinkan kotoran yang ada di selokan tidak bisa hanyut semua, sehingga dapat menjadi sarang nyamuk.Berbicara masalah nyamuk, pikiran kita pasti tertuju pada demam berdarah.

Demam Berdarah Dengue atau DBD biasa menyerang saat musim penghujan. Terlebih negara kita termasuk negara beriklim tropis yang merupakan tempat hidup favorit bagi nyamuk. Demam ini bisa menjadi penyakit yang mematikan jika tidak segera ditangani. Khususnya, anak-anak seringkali menjadi sasaran dari gigitan nyamuk yang menyebabkan penyakit ini.

Sebagai orangtua, sebaiknya berusaha mencegah agar anak dan seluruh anggota keluarga agar terhindar dari penyakit ini. Juga perlu bersikap sigap jika ada anggota keluarga yang menunjukkan gejala penyakit demam berdarah. Bekali diri Anda dengan informasi seputar penyakit ini agar dapat membantu akibat negatif dari penyakit demam berdarah dengue.

Nyamuk Aedes Aegypti merupakan pembawa virus dari penyakit Demam Berdarah. Cara penyebarannya melalui nyamuk yang menggigit seseorang yang sudah terinfeksi virus demam berdarah. Virus ini akan terbawa dalam kelenjar ludah si nyamuk. Kemudian nyamuk ini menggigit orang sehat. Bersamaan dengan terhisapnya darah dari orang yang sehat, virus demam berdarah juga berpindah ke orang tersebut dan menyebabkan orang sehat tadi terinfeksi virus demam berdarah.

Nyamuk demam berdarah ini memiliki siklus hidup yang berbeda dari nyamuk biasa. Nyamuk ini aktif dari pagi sampai sekitar jam 3 sore untuk menghisap darah yang juga berarti dapat menyebarkan virus demam berdarah. Sedangkan pada malam hari, nyamuk ini tidur. Maka, berhati-hatilah terhadap gigitan nyamuk pada siang hari dan cegah nyamuk ini menggigit anak yang sedang tidur siang.

Kebiasaan dari nyamuk ini adalah dia senang berada di genangan air bersih dan di daerah yang banyak pohon seperti di taman atau kebun. Genangan air pada pot bunga mungkin menjadi salah satu tempat favorit nyamuk yang dapat terlupakan oleh anda.

Gejala Demam Berdarah
Seseorang yang terinfeksi virus Demam Berdarah Dengue (DBD), umumnya menunjukkan gejala-gejala berikut:
·         Demam tinggi terus menerus. Suhu badan sekitar 39 – 40 derajat Celcius. Hal ini menyebabkan sakit kepala pada penderita.
·         Demam tanpa disertai batuk-batuk.
·         Sakit perut atau mual.
·         Badan terasa pegal atau nyeri pada persendian.
·         Muncul bintik-bintik merah, tetapi hal ini tidak selalu terjadi pada setiap kasus.

Jika ada anggota keluarga Anda menunjukkan gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera bawa ke dokter untuk mendapat pengobatan. Jangan biarkan demam terlalu lama karena dapat mengakibatkan terlambat untuk ditolong. Untuk lebih pastinya, Anda dapat melakukan cek darah.

Bahaya Demam Berdarah Dengue (DBD)
Ada 4 tipe dari penyakit Demam Berdarah. Jadi, seseorang yang sudah pernah terkena penyakit demam berdarah, tidak berarti dia tidak akan terkena penyakit ini lagi karena ada 3 tipe lainnya yang dapat menyebabkan DBD juga.

Saat terkena DBD, seseorang akan mengalami 3 fase. Yang pertama adalah fase demam selama 3 hari pertama. Berlanjut pada 3 hari selanjutnya yang merupakan fase kritis. Pada fase ini, demam sudah tidak terjadi, tetapi di fase inilah harus waspada agar tidak terkecoh dengan menganggap sudah sembuh dan tidak diberi pengobatan. Tiga hari selanjutnya adalah fase penyembuhan.

Salah satu bahaya dari demam berdarah adalah menganggap demam yang dialami sebagai demam biasa sehingga dianggap ringan dan tidak mendapat perawatan khusus. Apalagi, pada fase kedua, biasanya demam sudah turun sehingga dianggap sudah sembuh.

Pengobatan DBD
Tidak ada obat khusus untuk menyembuhkan 
Demam Berdarah. Maka, hal yang dapat dilakukan untuk membantu kesembuhan orang yang terkena penyakit ini adalah:
·         Berikan obat penurun panas atau parasetamol.
·         Kompres agar panas tidak terlalu tinggi. Kompres sebaiknya dilakukan dengan air hangat, bukan dengan air dingin atau es. Air dingin dapat menyebabkan penderita menggigil sehingga tubuh menjadi panas.
·         Minum air putih yang banyak. Penderita DBD biasanya akan kekurangan cairan, maka air putih sangat baik untuk mereka. Air putih juga dapat membantu menurunkan panas. Selain air putih, bisa juga berikan cairan oralit untuk membantu penyembuhan.
·         Makanan yang bergizi. Sebenarnya tidak ada pantangan makanan untuk penderita DBD. Berikan makan bergizi agar tubuh menjadi kuat dan dapat melawan virus DBD. Buah-buahan dan sayuran dapat sangat bermanfaat untuk pemulihan.
·         Minum air daun jambu dan angkak dapat membantu menaikkan trombosit.
Perawatan bisa dilakukan di rumah jika kondisi penderita tidak buruk dan diperbolehkan oleh dokter. Tetapi, butuh ketelitian dalam merawatnya.

Hal-hal yang membahayakan dari penyakit DBD karena infeksi virus ini dapat menyebabkan trombosit darah turun menjadi sangat rendah. Yang kemudian akan menyebabkan pembuluh darah menjadi kempis, cairan bocor sehingga darah masuk ke rongga-rongga tubuh dan menyebabkan pendarahan pada telinga, hidung, atau kulit yang dapat mengakibatkan kematian.

Pencegahan DBD
Hal yang terbaik adalah mencegah agar tidak ada anggota keluarga yang terkena DBD. Tindakan-tindakan yang dapat dilakukan adalah :
·         Mencegah perkembangbiakan nyamuk ada di sekitar kita. Anda dapat melakukan gerakan 3M yaitu Menutup tempat penyimpanan air, Menguras bak mandi dan Mengubur barang-barang yang tidak terpakai.
Larva nyamuk akan berkembang di genangan air dalam waktu sekitar seminggu. Untuk itu, perlu dicegah kemungkinan benda-benda yang merupakan tempat berkembangnya larva ini seperti pot bunga, kaleng bekas, ban bekas atau barang lainnya yang menampung genangan air, khususnya pada musim penghujan dimana tempat-tempat tersebut dapat menjadi genangan dari air hujan yang turun.
·         Cegah agar jangan digigit nyamuk, misalnya dengan cara menggunakan lotion atau obat pengusir nyamuk.
·         Mennggunakan bubuk Abate pada selokan dan penampungan air agar tidak menjadi tempat bersarangnya nyamuk.
·         Jaga kondisi tetap sehat. Kondisi badan yang kuat, membantu tubuh untuk menangkal virus yang masuk sehingga walau terkena gigitan nyamuk, virus tidak akan berkembang.
·          Demam Berdarah tidak dapat dianggap sebagai penyakit ringan. Penyakit ini dapat menyebabkan kematian. Maka, tindakan pencegahan dan selalu waspada terhadap penyakit ini dapat melindungi orang-orang yang Anda kasihi dari bahaya penyakit Demam Berdarah Dengue atau DBD.
Sumber : Kumpulan Info.com
Dihimbau untuk semua warga Gadingan agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan sebagai wujud pencegahan dini dan antisipasi datangnya penyakit, khususnya penyakit demam berdarah. STOP DEMAM BERDARAH. (br)


HUMAS G4 

GADINGAN (17/01/2016) – Program pembangunan yang telah direncanakan sejak tahun lalu dan telah disepakati warga khususnya RT 04 RW 08 Gadingan  harus tetap dilaksanakan pada tahun ini. Hal ini disampaikan ketua RT 04 Bp. Kusdiono pada saat memimpin rapat warga Sabtu malam (16/01) bertempat di serambi depan SMK Muhammadiyah I Wates.

Tidak banyak hal yang disampaikan Bp. Kusdiono karena waktu pertemuan bersamaan dengan jadwal RAT KSU Sejahtera. Pada kesempatan tersebut hanya disampaikan beberapa informasi penting hasil rapat koordinasi pengurus RW 08 dengan ketua-ketua RT sewilayah Gadingan yang juga dihadiri pengurus LPMK, diantaranya mengenai kemungkinan realisasinya usulan program pembangunan fisik,  peningkatan SDM untuk kegiatan pidato bahasa jawa dan program lainnya.

Dijelaskan, pada musim pancaroba saat ini, warganya dihimbau agar tetap waspada dan senantiasa menjaga kebersihan lingkungan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Menutup sambutannya Bp. Kusdiono mengajak warganya agar tetap menjaga kerukunan antar warga, meningkatkan semangat gotong royong dan kegiatan-kegiatan social lainnya. (br)



HUMAS G4 

GADINGAN (22/08/2015) – Kesehatan merupakan kebutuhan pokok yang harus mendapatkan prioritas utama untuk dipenuhi dalam kehidupan masyarakat baik yang masih balita maupun yang sudah tua.

Pemeriksaan kesehatan secara berkala mempunyai manfaat yang sangat besar bagi kesehatan masyarakat, setidaknya kita bisa mengetahui secara dini apa yang terjadi dengan kondisi kesehatan kita, Hal demikian disampaikan Ketua Yandu Lansia Gadingan Ibu Wijiastuti pada saat mengadakan acara Pemeriksaan Rutin Kesehatan Lansia di rumah Bp. Sudarno, Sabtu pagi (22/08).

Pemeriksaan secara gratis ini berkat kerjasama Pengurus Yandu Lansia Gadingan dengan Puskesmas Wates dan dihadiri sekitar 65 warga lansia dari 125 yang tercatat di wilayah Gadingan dan pembiayaan kegiatan ini hasil dari iuran ibu-ibu Dasawisma dan PKK Gadingan.

Dikatakan Ibu Wijiastuti, program ini baru terbentuk pada bulan mei lalu dan sudah melaksanakan pemeriksaan sebanyak dua kali. Untuk mendukung program ini, nantinya akan diadakan kegiatan senam   lansia dimana pada saat ini masih dalam tahap persiapan dan koordinasi dengan pihak terkait.

Ditambahkan, kedepan pengurus Yandu Lansia juga ingin memperluas bekerjasama dengan Puskesmas mengenai chek up kesehatan untuk mengetahui kadar penyakit seperti kolestrol, asam urat, lemak dan lain sebagainya.

Diharapkan, kedepan semakin banyak warga yang dapat memanfaatkan program ini khususnya bapak-bapak dan program ini dilaksanakan setiap dua bulan sekali. Sedangkan untuk pemeriksaan  kali ini terbatas pada cek berat badan, cek tensi dan detak jantung.

Sementara petugas dari Puskesmas yang hadir memberikan pelayan kesehatan yaitu perawat Ibu Nur Fatimah, Paryati, Ashar Hamid dibantu Ibu Dwi Martiningsih dan seluruh pengurus Yandu Lansia. Usai melakukan pemeriksaan, petugas Puskesmas member obat atau viatamin sesuai kebutuhan masing-masing dan dari pihak Yandu memberikan makanan bergizi. (br).


HUMAS G4 

Rumah Sakit Panti Rapih merupakan salah satu rumah sakit faforit di kota Jogja yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan (untuk selanjutnya cukup saya tulis BPJS). Sehingga tidak heran sejak dibukanya layanan BPJS di RS Panti Rapih beberapa bulan yang lalu membuat lonjakan jumlah pasien secara besar-besaran yang datang dari berbagai penjuru Daerah Istimewa Yogyakarta. Namun banyak suara negatif tentang pelayanan BPJS di rumah sakit tersebut. Penulis mendengar sendiri suara-suara miring tersebut yang diutarakan oleh beberapa pasien BPJS yang kesal.
Ada yang mengobrol di kafe, di tempat parkir, bahkan saat antri menunggu panggilan dokter. Mereka mengeluhkan tentang prosesnya yang ribet dan harus bolak-balik. Kebetulan penulis dalam 3 bulan terakhir bisa dikatakan hampir setiap hari mengunjungi Rumah Sakit Panti Rapih namun sebagai pasien umum (biaya sendiri). Walaupun sebetulnya memiliki kartu peserta BPJS kelas 1 namun tidak dipergunakan karena takut prosedurnya yang ribet dan takut apabila dalam pelayannanya dinomorduakan.
Namun dengan berbagai pertimbangan akhirnya penulis mencoba sendiri memanfaatkan kartu BPJS untuk berobat secara gratis di Rumah Sakit Panti Rapih. Tidak ada salahnya mencoba, apabila memang benar-benar ribet dan harus bolak balik, bisa beralih menjadi pasien umum (biaya sendiri) mengingat rumah penulis yang jauh di Kulon Progo sehingga tidak memungkinkan apabila harus bolak balik.
Namun setelah penulis mangalami sendiri ternyata prosesnya sangatlah mudah. Dan pelayanan Rumah Sakit Panti Rapih maupun dokternya ternyata sangatlah baik walaupun mereka mengetahui bahwa kita adalah pasien peserta BPJS. Bahkan dokternya sendiri yang menyarankan agar kartu BPJS-nya dipakai saja, baik untuk operasi maupun rawat jalan.
Nah. Lalu bagaimana prosedurnya... Berikut ini akan penulis uraikan langkah-langkah, step by step, tahapan-tahapan, yang harus dilalui agar bisa berobat secara gratis di RS Panti Rapih menggunakan kartu BPJS. Apabila para pembaca sudah menguasai proses dan prosedurnya maka tidak akan mengatakan sulit dan ribet. Namun sebelumnya ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan.
[next]

Hal-hal yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berobat di Rumah Sakit Panti Rapih Menggunakan Kartu BPJS

  1. Pastikan Anda sudah memiliki Surat Rujukan dari RSUD tempat asal Anda. Apabila belum, silahkan baca "Cara Mendapatkan Surat Rujukan dari Puskesmas dan RSUD" klik di sini... Yang perlu dicatat adalah, pengguna kartu BPJS pertamakali berobat harus ke Puskesmas atau dokter keluarga yang ditunjuk saat mendaftar BPJS. Puskesmas atau dokter keluarga akan merujuk ke RSUD apabila dirasa perlu penanganan yang lebih lanjut yang diluar batas kemampuan Puskesmas. RSUD juga akan memberi rujukan ke Rumah Sakit lain yang lebih kompeten apabila di RSUD tersebut tidak memiliki peralatan yang menunjang dalam arti penyakit pasien tidak dapat teratasi di RSUD. Namun apabila RSUD mampu menangani sendiri penyakit pasien maka seluruh proses pengobatan akan dilakukan di RSUD tersebut dalam arti Anda tidak dapat memilih rumah sakit lain seperti RS Panti Rapih misalnya.
  2. Pastikan Anda sudah memiliki Kartu Pasien di RS Panti Rapih dan Anda sudah menguasai prosedur langkah-langkah berobat di RS Panti Rapih sebagai pasien umum. Apabila sudah silahkan lanjutkan membaca bagian 3. Apabila belum, Anda bisa mendaftar di bagian pendaftaran dengan menunjukkan KTP. 
  3. Setelah memiliki kartu pasien, Anda bisa berobat ke poliklinik yang Anda tuju. Prosedurnya adalah, Anda bisa datang langsung ke RS Panti Rapih pada saat berobat. Langsung menuju ke bagian pendaftaran dengan menunjukkan kartu pasien. Petugas bagian pendaftaran akan menanyakan kepada Anda bagian Poliklinik mana dan dokter siapa yang Anda tuju. Kemudian Anda akan mendapatkan struk yang berisikan nomor antrian periksa. Ada cara lain yang lebih efektif untuk mendapatkan nomor antrian periksa RS Panti Rapih, yaitu bisa melalui telepon ke bagian pendaftaran (0274) 514004 atau (0274) 514006. Silahkan Anda bilang mau daftar misalnya ke dokter Ratna Poli Anak, untuk besok siang. Maka petugas akan meminta nomor pasien (nomor pendaftaran), silahkan Anda sebutkan nomor pasien 6 digit yang tertera pada kartu pasien. Kemudian petugas akan mengkonfirmasi dengan menyebutkan nomor antrian misalnya nomor 11. Nah, pada hari dimana Anda berobat, Anda datang ke RS Panti Rapih langsung saja menuju ke bagian pendaftaran dan katakan ke petugas pendaftaran bahwa Anda akan berobat ko dokter Ratna dan sudah dapat antrian nomor 11. Maka petugas akan memberikan struk dengan nama Anda dan nomor antrian 11. Pada tahap ini Anda tidak bisa berbohong karena apabila Anda menyebutkan nomor lain misalnya nomor 1 maka di nomor antrian tersebut akan bertuliskan nama orang lain, bukan nama Anda. Selanjutnya silahkan bawa struk tersebut dan serahkan ke petugas di poliklinik yang Anda tuju dan menunggu giliran Anda dipanggil. Bila Anda bingung karena tidak ada petugas (suster), maka bisa Anda lihat di struk tersebut ada tulisan misalnya "serahkan ke ruang 301". Maka Anda cari ruang 301 kemudian ketuk pintunya atau kalau Anda tidak canggung langsung saja masuk dan serahkan struk tersebut ke petugas. Setelah Anda diperiksa, Anda akan mendapatkan stopmap yang harus Anda bawa ke bagian kasir pasien umum (bukan jaminan sosial). Anda akan mendapatka nomor antrian kasir. Setelah nomor Anda dipanggil, silahkan bayar jasa rumah sakit, jasa dokter, dan obat (bila ada). Anda bisa pulang setelah membayar di kasir karena semua proses (prosedur) sudah selesai. Namun apabila ada obat (resep) maka nomor antrian kasir diserahkan kembali ke Anda untuk mengantri obat di bagian apotek pasien umum (di sebelah kasir). Ketika nomor Anda dipanggil, silahkan Anda tunjukkan nomor antrian beserta bukti pembayaran, kemudian petugas apotek akan menyerahkan obat beserta penjelasannya, biasanya Anda akan dimintai nomor telepon untuk verifikasi. Selesailah semua prosedur, dan Anda bisa segera pulang.
[next]

Persyaratan Rawat Jalan bagi Pasien BPJS non PBI (Jamkesmas)

  1. Kartu BPJS Asli
  2. Surat Rujukan Asli
  3. Struk Antrian Dokter
  4. Fotokopi Kartu BPJS 1 lembar
  5. Fotokopi Surat Rujukan 1 lembar
  6. Fotokopi KTP 1 lembar
  7. Fotokopi Kartu Keluarga

Persyaratan Rawat Jalan bagi Pasien BPJS PBI (Askes, TNI, Polri, Jamsostek, BPJS Mandiri, BPJS Badan Usaha)

  1. Kartu Jamkesmas Asli
  2. Surat Rujukan Asli
  3. Struk Antrian Dokter
  4. Fotokopi Kartu Jamkesmas 1 lembar
  5. Fotokopi Surat Rujukan 1 lembar

Persyaratan Rawat Inap bagi Pasien BPJS non PBI (Jamkesmas)

  1. Kartu Jamkesmas Asli
  2. Fotokopi Kartu Jamkesmas 2 lembar
  3. Fotokopi Surat Pengantar Rawat Inap 2 lembar
  4. Fotokopi Bukti Rawat Inap 2 lembar
  5. Fotokopi KTP 2 lembar
  6. Fotokopi Kartu Keluarga 2 lembar
  7. Waktu Pengurusan 3x24 jam

Persyaratan Rawat Inap bagi Pasien BPJS PBI (Askes, TNI, Polri, Jamsostek, BPJS Mandiri, BPJS Badan Usaha)

  1. Kartu BPJS Asli
  2. Fotokopi Kartu BPJS 2 lembar
  3. Fotokopi Surat Pengantar Rawat Inap 2 lembar
  4. Fotokopi Bukti Rawat Inap 2 lembar
  5. Waktu Pengurusan 3x24 jam
[next]

    Langkah-langkah (Proses /Prosedur /Alur) Berobat di RS Panti Rapih Menggunakan Kartu BPJS untuk Rawat Jalan atau Kontrol Dokter

    1. Siapkanlah Nomor Antrian Dokter, saya sarankan via Telpon. Sehingga ketika Anda datang ke RS Panti Rapih sudah mendapatkan nomor antrian lebih awal. Sehingga lebih cepat dilayani.
    2. Siapkan persyaratan yang lain (rujukan, fotokopi KK, dll), sesuai dengan kriteria kepesertaan Anda seperti yang saya utarakan di bagian atas.
    3. Datang ke RS Panti Rapih, Ambil struk Nomor Antrian Dokter (Nomor Antrian Periksa) di bagian informasi atau pendaftaran RS Panti Rapih. 
    4. Kemudian struk Nomor Antrian Periksa tersebut Anda jadikan satu dengan persyaratan lainnya dan langsung Anda bawa ke bagian BPJS
    5. Serahkan semua persyaratan ke bagian BPJS yang terletak di bagian luar Gedung Panti Rapih berdekatan dengan tempat parkir pintu barat. Anda akan disambut ramah oleh satpam BPJS yang berseragan hitam. Kemudian Anda akan dipersilahkan untuk masuk dan duduk menunggu dipanggil. Harap dicatat bahwa Pelayanan BPJS di Rumah Sakit Panti Rapih hanya dilayani di 6 hari kerja antara pukul 08.00 hingga pukul 13.00, kecuali hari Sabtu hanya sampai pukul 11.00. Sedangkan pelayanan rumah sakit dan dokter megikuti jadwal seperti biasa. Artinya, Anda bisa mengurus persyaratan BPJS sebelum jam 13.00 (jam 11.00 hari sabtu), kemudian Anda bisa mempergunakan fasilitas BPJS tersebut di atas jam 13.00 sesuai dengan jadwal praktek dokter yang Anda tuju. Jadi, saran saya apabila Anda hendak berobat ke dokter yang praktek di RS Panti Rapih mulai pukul 11.00, maka Anda bisa mengurus administrasi BPJS 30 menit sebelumnya. Atau 1 jam sebelumnya. Namun apabila jam prakter dokter yang Anda tuju adalah pukul 14.00, maka Anda bisa mengurus  administrasi di BPJS pukul 12.00 (sebelum jam 13.00/ tutup)
    6. Silahkan Anda duduk-duduk menunggu panggilan. Proses ini tidak memakan waktu lama walaupun sekilas terlihat antriannya banyak namun diimbangi juga dengan banyaknya petugas yang melayani Anda. Berdasarkan pengalaman saya, apabila agak sepi, Anda hanya menunggu sekitar 5 menit. Namun apabila sangat ramai maka paling lama Anda hanya akan menunggu sekitar 30 menit dan tidak lebih dari 1 jam.  
    7. Setelah Anda dipanggil. Anda akan menerima berkas persetujuan dari BPJS.
    8. Bawa berkas tersebut dan sertakan dengan Struk Antrian Periksa kemudian Anda serahkan ke petugas yang berada di poliklinik yang Anda tuju.
    9. Silahkan Anda duduk menunggu panggilan sesuai nomor antrian Anda.
    10. Lalu Anda dipanggil, menghadap dokter, kemudian diperiksa. Setelah seselasi lalu Anda diberikan sebuah map warna kuning.
    11. Bawa map tersebut ke kasir di lantai bawah, khusus bagian jaminan sosial. Serahkan kepada petugas. Apabila tidak ada resep dari dokter maka Anda dipersilahkan pulang tanpa membayar sepeser pun. 
    12. Apabila ada resep dari dokter, Anda akan menerima nomor antrian untuk pengambilan obat.
    13. Silahkan duduk sambil menunggu giliran nomor Anda dipanggil. Pada proses ini Anda harus memiliki tingkat kesabaran yang tinggi karena apabila pas antriannya panjang bisa memakan waktu hingga 2 jam bahkan lebih.
    14. Ketika nomor Anda dipanggil, silahkan tunjukkan nomor antrian Anda dan Anda akan menerima obat sekaligus penjelasan dari petugas mengenai obat tersebut. 
    15. Selesai. Anda dipersilahkan pulang karena telah melewati semua prosedur pengobatan di RS Panti Rapih menggunakan BPJS Kesehatan.
    Demikian. Semoga bermanfaat...


    Update: Cara lain untuk mendapatkan Struk Nomor Antrian Dokter di RS Panti Rapih. Via telepon dahulu untuk mendapatkan urutan antrian, kemudian datang ke RS Panti Rapih dan langsung menuju layar komputer touchscreen (baru dipasang minggu ini) yang terletak tepat di depan pintu masuk RS Panti Rapih di samping bagian informasi. Silahkan ketik 6 digit Nomor Kartu Pasien. Lalu tekan pada bagian "Ambil Karcis" apabila Anda sudah mendaftar via telpon, atau tekan pada bagian "Daftar" apabila Anda belum mendaftar via telepon.  





    Ada yang mengatakan bahwa dalam proses pengurusan BPJS Kesehatan (untuk selanjutnya cukup saya tulis BPJS) untuk mendapatkan rujukan dari Rumah Sakit Umum Daerah prosesnya sangatlah sulit dan ribet. Bahkan ada pula yang hingga dua atau tiga hari barulah selesai. Ada pula yang kesal karena lelah harus kesana kemari hanya untuk mendapatkan rujukan. Sehingga baru-baru ini berbagai keluhan para pengguna BPJS mencuat di berbagai media berita.
    Sebetulnya pada kenyataannya tidaklah demikian. Penyebabnya adalah sebagian pengguna BPJS banyak yang kurang memahami prosedurnya. Kebanyakan dari mereka beranggapan bahwa dengan memiliki kartu BPJS mereka dapat berobat dimana saja secara gratis dengan menunjukkan kartu tersebut. Dan prosesnya sama seperti berobat pada umumnya.
    Mungkin para pembaca yang menjadi anggota BPJS tertarik dengan judul artikel ini dan berasumsi bahwa saya akan memberikan tips untuk mendapatkan rujukan ke rumah sakit terbaik pilihan Anda. Kalau memang demikian, penulis mohon maaf karena tidak ada satu pun cara agar kita bisa menggunakan kartu BPJS untuk berobat ke rumah sakit faforit yang kita inginkan. Karena ada beberapa prosedur yang harus dilalui.
    Perlu diketahui pemegang kartu BPJS pertamakali harus berobat ke Puskesmas atau dokter keluarga yang telah ditentukan ada saat mendaftar BPJS. Itu adalah prosedur awal untuk semua keluhan penyakit bagi pasien pemegang kartu BPJS. Kemudian apabila Puskesmas merasa keluhan tersebut perlu tindak lanjut yang lebih serius dalam arti penanganan penyakit yang diderita pasien tidak bisa ditangani di Puskesmas maka Puskesmas akan memberi rujukan untuk ditindaklanjuti di RSUD. Nah, di RSUD inilah sebagian dari pasien mengeluhkan prosesnya, yaitu bagi mereka yang malas mencari informasi. Padahal kalau sudah menguasai prosedurnya, sangatlah mudah...

    Berikut ini adalah langkah-langkah menggunakan BPJS untuk berobat di RSUD (tentunya setelah mendapatkan rujukan dari Puskesmas atau dokter keluarga). Berdasarkan pengalaman penulis di RSUD Wates Kulon Progo. Mungkin untuk RSUD di daerah lain prosesnya kurang lebih sama.

    Langkah-langkah Berobat di RSUD Menggunakan BPJS

    1. Pastikan Anda sudah memiliki Kartu Periksa RSUD. Apabila belum, bisa Anda buat di bagian pendaftaran dengan menyertakan KTP Asli dan fotokopinya;
    2. Siapkan syarat-syaratnya. Yaitu fotokopi KTP, fotokopi Kartu BPJS, fotokopi Kartu Keluarga (kadang ditanyakan), Fotokopi Rujukan dari Puskesmas. Jangan lupa bawa pula yang aslinya;
    3. Serahkan syarat-syarat tersebut ke bagian pendaftaran dengan menunjukkan Kartu Periksa. Maka Anda akan mendapatkan nomor antrian pada poli yang ditunjuk pada surat rujukan. Misalnya poli Bedah, poli THT, Poli Penyakit Dalam, atau yang lainnya.
    4. Silahkan Anda menuju ke poli tersebut. Dan duduk menunggu panggilan.
    5. Anda dipanggil, kemudian diperiksa. Kemudian Anda diberikan berkas-berkas untuk diserahkan ke bagian Kasir.
    6. Di bagian Kasir Anda hanya menyerahkan berkas tersebut tanpa membayar sepeser pun.
    7. Apabila ada resep obat maka Kasir akan menyerahkan resep tersebut yang sudah dicap atau disertai surat keterangan lunas.
    8. Anda bawa resep tersebut ke bagian apotek. Masukkan ke loket khusus Jaminan Sosial, jangan ke loket umum, karena loket itu untuk pasien umum yang membayar dengan biaya sendiri.
    9. Silahkan mengantri obatnya dengan penuh kesabaran... tunggu sampai nama Anda dipanggil dan menerima obatnya...
    10. Selamat!! Anda telah menikmati pengobatan gratis sebagai pengguna BPJS
    Prosesnya cukup mudah asalkan Anda tahu langkah-langkahnya dan menguasai prosedurnya. Jadi, mereka yang mengatakan prosesnya ribet dan sulit, mungkin mereka sendiri yang tidak melakunannya dengan benar. Mungkin belum memiliki Kartu Periksa, mungkin ada persyaratan yang belum lengkap, mungkin melompati salah satu prosedur sehingga harus bolak balik. Kadang memang ada juga petugas rumah sakit maupun dokter yang tidak jelas dalam mengarahkan pasien sehingga kita yang harus aktif bertanya tentang proses selanjutnya bagaimana dan ke bagian mana. Intinya.. Apabila Anda sudah menguasai prosedurnya maka Anda tidak akan mengalami kesulitan. Dan janganlah malas untuk mencari informasi. Karena lebih baik Anda bertanya-tanya dulu sebelum salah melangkah. 
    Dan perlu dipahami bahwa baik Puskemas maupun RSUD memang tidak mudah mengeluarkan surat rujukan untuk ditindaklanjuti ke rumah sakit yang tingkatnya lebih tinggi. Mereka selalu mengupayakan untuk menangani sediri pengobatan pasien pemegang kartu BPJS sampai batas sumber daya, sarana dan prasarana yang tersedia.
    Apabila penyakit yang diderita pasien pemegang kartu BPJS tidak mampu ditangani oleh Puskesmas maka Puskesmas akan memberi surat rujukan ke RSUD. Kemudian apabila RSUD tersebut juga tidak mampu menanganinya maka RSUD tersebut akan membuat rujukan untuk ditindaklanjuti ke rumah sakit yang tingkatnya lebih tinggi. Kalau di propinsi DIY, setiap RSUD akan merujuk ke Rumah Sakit Sarjito. Namun Anda bisa juga meminta rujukan ke rumah sakit lain dengan catatan rumah sakit tersebut sudah bekerja sama dengan BPJS, seperti RS Panti Rapih dan Bethesda.
    Nah, yang perlu Anda ketahui, seperti yang saya utarakan di awal tadi bahwa tidak sedikit yang mengeluhkan proses mengurus rujukan dari RSUD yang dirasa sulit, ribet, dan melelahkan karena harus bolak balik. Sebetulnya tidaklah demikian asalkan Anda tahu prosedur dan langkah-langkahnya. Nah, sesuai dengan judul artikel ini, berikut ini akan saya bagikan pengalaman saya mengurus rujukan dari RSUD Wates Ke RS Panti Rapih Yogyakarta.

    Langkah-langkah Mengurus Rujukan BPJS dari RSUD ke Rumah Sakit Level Atas

    1. Pastikan Anda sudah memiliki Kartu Periksa RSUD. Apabila belum, bisa Anda buat di bagian pendaftaran dengan menyertakan KTP Asli dan fotokopinya;
    2. Siapkan syarat-syaratnya. Yaitu fotokopi KTP, fotokopi Kartu BPJS, fotokopi Kartu Keluarga (kadang ditanyakan), Fotokopi Rujukan dari Puskesmas. Jangan lupa bawa pula yang aslinya;
    3. Serahkan syarat-syarat tersebut ke bagian pendaftaran dengan menunjukkan Kartu Periksa. Maka Anda akan mendapatkan nomor antrian pada poli yang ditunjuk pada surat rujukan. Misalnya poli Bedah, poli THT, Poli Penyakit Dalam, atau yang lainnya;
    4. Silahkan Anda menuju ke poli tersebut. Dan duduk menunggu panggilan;
    5. Kemudian Anda dipanggil dan diperiksa oleh dokter. Nah disinilah yang menentukan apakah Anda akan dirujuk ke rumah sakit lain ataukah penyakit Anda bisa ditangani dokter di RSUD tersebut. Apabila memang penyakit tersebut harus segera ditangani oleh rumah sakit lain yang lebih kompeten dalam kelengkaan peralatannya maka dokter akan merujuk Anda ke rumah sakit tersebut. Anda dipersilahkan keluar untuk menunggu Surat Rujukan yang akan dipersiapkan. Nah, mungkin disini salah satu prosedur yang perlu saya kritisi, walaupun kita menunggunya tidak begitu lama tetapi alangkah baiknya apabila langsung dibuatkan saja tanpa kita harus menunggu di luar, toh saya lihat di surat rujukan tersebut hanya terisi 3 baris yang penulisannya tidak sampai memakan wakti 1 menit. Tapi mungkin mereka punya pertimbangan lain.
    6. Setelah menunggu beberapa saat, Anda dipanggil dan menerima Surat Rujukan tersebut. Pada tahap ini, bacalah dahulu isinya apakah sudah sesuai, jangan sampai Anda mengatakan prosesnya ribet dan harus bolak balik padahal penyebabnya adalah ketidaktelitian Anda sendiri. Seperti yang saya alami di Surat Rujukan yang saya urus disitu ditulis RS Panti Rapih Poli Umum. Sedangkan saya menghendaki Spesialis Poli Bedah. Dan dokter pun dengan senang hati menggantinya. Kemudian barulah saya lanjutkan ke tahap proses selanjutnya.
    7. Serahkan Surat Rujukan tersebut ke bagian Rekam Data, atau Rujukan, untuk mendapatkan nomor urut pengajuan yang nantinya akan ditindaklanjuti pembiayaannya oleh BPJS. Kalau di RSUD Wates bisa dilayani setiap hari (kecuali minggu) mulai jam 08.00 hingga 14.00, kecuali hari Jumat sampai jam 11.00;
    8. Setelah Anda mendapatkan nomor urut pada Surat Rujukan tersebut, bawalah ke bagian BPJS Kesehatan untuk diberi cap dan surat persetujuan. Di RSUD Wates bisa dilayani setiap hari (kecuali minggu) dari jam 08.00 hingga pukul 17.00. Letak ruangannya di bagian depan sebelah loket pendaftaran.
    9. Setelah mendapatkan cap dan surat persetujuan dari BPJS maka berkas-berkas sudah lengkap dan siap Anda bawa ke rumah sakit yang dirujuk.



    Anda bisa langsung berobat ke rumah sakit yang dirujuk pada hari itu juga. Pastikan dahulu jam kerja loket pengurusan BPJS Kesehatan pada rumah sakit yang dirujuk. Sebagai contoh, di RS Panti Rapih, Loket BPJS Kesehatan buka setiap hari (kecuali minggu) mulai jam 08.00 sampai jam 13.00. Kecuali hari Sabtu sampai jam 11.00.. 



    Semoga informasinya bermanfaat.





    MKRdezign

    Formulir Kontak

    Nama

    Email *

    Pesan *

    Gambar tema oleh simonox. Diberdayakan oleh Blogger.
    Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget