Informasi Seputar Wilayah Gadingan, Wates, Kulon Progo, D.I. Yogyakarta
Hal
demikian disampaikan Lurah Wates Bp. Agus Wasana, S.IP, MM mengawali
sambutannya usai mendampingi ibu-ibu kader jumantik dalam pengambilan sampel
jentik nyamuk di wilayah Gadingan dan Durungan Minggu siang (20/03) bertempat
di Joglo Gadingan.
Dihadapan
sekitar 70 tamu undangan yang terdiri dari tokoh masyarakat, ketua RW/RT,
pengurus LPMK Wates, Ibu-ibu kader jumantik kedua wilayah, sponsorship serta
undangan lainnya Lurah Wates mengatakan bahwa kegiatan PSN ini sangat
bermanfaat bagi masyarakat, untuk itu masyarakat dihimbau untuk senantiasa
menjaga kebersihan lingkungan diawali dari rumah masing-masing dan dilanjutkan
ke lingkungan sekitarnya.
Pemberantasan
Sarang Nyamuk (PSN) kali ini mengangkat tema Lawan Demam Berdarah
artinya mari kita jangan menyerah dengan penyakit yang disebabkan oleh nyamuk,
namun kita harus berupaya secara bersama-sama meningkatkan kebersihan dan budayakan
hidup bersih dan sehat.
Ditambahkan,
kegiatan yang dilaksanakan ini juga dapat dijadikan persiapan Pemerintah
Kelurahan Wates dalam menyongsong penilaian lomba Adipura 2016. Ucapan
terimakasih juga disampaikan Lurah Wates kepada Menegemen Indomarco Prismatama DIY, SC
Johnson, Baygon dan Autan melalui perwakilannya yang hadir pada siang ini atas
segala partisipasinya, dengan harapan kerjasama ini ada kelanjutannya pada
waktu yang akan datang dengan kegiatan yang berbeda, demikian Lurah Wates
mengakhiri sambutannya.
Sementara,
Bp. Suparjono dari Puskesmas Wates menuturkan bahwa bahwa di Kelurahan Wates
ini angka pedulinya masih sangat rendah terbukti dari beberapa rumah yang
diambil sampel jentik nyamuknya di wilayah Gadingan dan Durungan kalau
diakumulasi yang negative tidak lebih dari 20%, artinya jentik yang ada itu
akan menetas menjadi nyamuk dalam kurun waktu antara 5-7 hari, hal ini
merupakan rentan waktu yang harus mendapat perhatian dengan harapan gerakan PSN
secara terus menerus harus dilaksanakan.
Dijelaskan, pencegahan penyakit DBD sangat
tergantung pada pengendalian vektornya, yaitu nyamuk aides aegypti.
Pengendalian nyamuk tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa metode
antara lain dengan PSN yang pada dasarnya merupakan pemberantasan jentik atau
mencegah agar nyamuk tidak berkembang tidak dapat berkembang biak. PSN ini
dapat dilakukan dengan cara : 1. Menguras
bak mandi dan tempat-tempat penampungan air sekurang-kurangnya tiga hari sekali.
2. Menutup rapat tempat penampungan air. 3 Mengganti air pada pot bunga dan
tempat minum burung setidaknya seminggu sekali. 4. Membersihkan pekarangan dan
halaman rumah dari barang-barang bekas terutama yang berpotensi menjadi tempat
berkembangnya jentik-jentik nyamuk, seperti sampah kaleng, botol pecah, dan
ember plastik. 5. Membersihkan air yang tergenang.
Edy Sulaiman dari Indomarco Prismatama DIY
saat diwawancarai oleh reporter gadingan.com menjelaskan bahwa dengan adanya
PSN diharapkan kita dapat memulai hidup sehat melalui kegiatan seperti ini. Hal
ini merupakan bentuk social dari perusahaan, yang dapat memotivasi warga dan
pemerintah kelurahan dengan maksud agar warga semakin giat dan antusias dalam PSN.
Sedangkan
Nurlita Atmaja yang mewakili SC Johnson, Baygon dan Autan menyampaikan bahwa
penyakit demam ini tidak hanya terjadi di Indonesia bahkan luar negeripun juga
mengalapi hal serupa, namun sebagai upaya pencegahan, masyarakat selain menjaga
kebersihan juga dapat menggunakan produk-produk dari SC Johnson, Baygon dan
Autan sebagai upaya agar tidak digigit nyamuk yang sangat berbahaya tersebut.
Ketua
Pokja PKK Gadingan Ibu Suryadi dan Durungan Ibu Purwati saat menjawab
pertanyaan reporter gadingan.com mengenai kegiatan ini menjelaskan bahwa
diwilayahnya masih banyak jentik nyamuk yang menghiasi bak mandi artinya
positif ada jentiknya sehingga ia merasa perlu untuk mengadakan gerakan PSN
kepada warganya, selain itu ia berharap kegiatan ini tetap mendapatkan dari
kelurahan sekaligus memberikan himbauan dan arahan akan pentingnya kebersihan
untuk kesehatan kita bersama.
WATES (21/03/2016) - Wabah penyakit demam
berdarah yang sering terjadi di berbagai daerah di Indonesia khususnya di kota Wates
Kabupaten Kulon Progo beberapa waktu yang lalu perlu mendapat perhatian. Vektor Aedes
Aegepty yang terdapat baik di daerah pedesaan maupun perkotaan sangat
mungkin memberi risiko timbulnya wabah penyakit di masa akan datang. Untuk
mengatasi masalah penyakit demam berdarah, khususnya di kota Wates telah dilakukan
berbagai upaya pemberantasan vektor, tetapi hasilnya masih perlu ditingkatkan.
Melalui
tema Lawan
Demam Berdarah mari kita semua melakukan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk
(PSN) sesuai wilayah kita masing-masing agar kita dapat terhindar dari penyakit
yang membahayakan ini.
Hal
tersebut disampaikan Bp. Suparjono petugas kesehatan dari Puskesmas Wates
Minggu pagi (20/03) di Joglo Gadingan, saat memberi arahan kepada ibu-ibu kader
jumantik sebelum melaksanakan kegiatan pengambilan sampel jentik nyamuk di
rumah warga untuk wilayah Gadingan dan Durungan, dan rumah yang telah diambil
sampelnya diberi tanda menggunakan stiker yang telah disiapkan oleh pihak
sponsorship.
Dijelaskan,
untuk mengatasi sarang nyamuk dan jentik dapat dilakukan dengan selalu menjaga
dan meningkatkan kebersihan dengan cara yang paling efektif yaitu dengan PSN.
GADINGAN (22/03/2016) – Sarasehan bahasa
jawa yang dilaksanakan warga RT 04 RT 08 sejak beberapa waktu yang lalu, mulai
saat ini kegiatannya dikembangkan sampai ke tingkat RW. Hal ini penting agar masyarakat
peduli dan memahami penggunaan bahasa jawa yang benar sekaligus untuk melestarikan
budaya jawa.
Dijelaskan
penggunaan bahasa jawa erat kaitannya dengan budaya jawa, oleh karena itu
budaya jawa memerlukan transformasi sesuai dengan kebutuhan jaman agar dapat
terjaga kelestariannya. Kelestarian budaya jawa dapat dipertahankan dengan
menjaga keutuhan bahasa Jawa dan penggunaannya dapat dimulai dari
keluarga, masyarakat.
Diharapkan, dengan menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa
pengantar selama sarasehan, pertemuan warga atau acara-acara lainnya, dapat mengangkat
budaya dan tradisi daerah khususnya budaya Jawa dan hal merupakan upaya untuk
menjaga keutuhan dan kelestarian budaya bangsa.
Hal demikian disampaikan Ketua RT 04 Gadingan, Bp. Kusdiono pada
acara pertemuan rutin warga dan anggota KSU Sejahtera, Senin malam (07/03)
bertempat di rumah Ibu Sujoko.
Lebih lanjut Bp. Kusdiono mengatakan bahwa ditengah era
globalisasi saat ini, peran PKK sangatlah penting karena sesuai dengan tugas
dan fungsinya mempunyai kewajiban untuk mengajarkan pola–pola merawat keluarga
terutama anak bagaimana cara mengasuh anak yang baik, serta pemberian waktu
bagi para ibu rumah tangga untuk bersama–sama memajukan kualitas serta harapan
kearah yang lebih baik. PKK juga menjadi wadah untuk mengungkapkan pendapat dan
sebagai sarana dalam pemberdayaan perempuan mandiri, cerdas, terampil dan berguna
bagi nusa dan bangsa.
Terkait dengan hal tersebut untuk kegiatan PKK di wilayah Gadingan
diadakan sebulan sekali dan masing-masing RT menjadi penyelenggara secara
bergantian dan ini sudah menjadi keputusan pengurus PKK Gadingan dengan harapan
semoga benar-benar bermanfaat bagi seluruh warga masyarakat.